Berikutini adalah beberapa panti asuhan yang berada di Solo. Bagi yang mempunyai daftar panti asuhan yang lebih lengkap dan belum dimasukkan di halaman ini, bisa dimasukkan di kolom komentar untuk kemudian dilakukan update di halaman ini. Panti Asuhan Yatim Nur Hidayah, Jl. Pisang no.12 Kerten, Laweyan. 0271-711792.
Rimanews- Pebalap muda Indonesia, Rio Haryanto, ternyata memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi. Pria kelahiran 22 Januari 1993 ini ternyata mempunyai Pondok Pesantren dan panti asuhan yang terletak di Solo, Jawa Tengah. "Sejak 2003, kakekku punya lahan di Solo. Awalnya membangun masjid, kemudian ada ide untuk mendirikan pondok pesantren dan panti asuhan," tutur Rio saat menjadi bintan
REPUBLIKACO.ID, SOLO -- Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dahlan Rais meresmikan gedung baru Panti Asuhan Keluarga Yatim Muhammadiyah (PAKYM), di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Ahad (15/9). Gedung yang dinamai Muhammad Soedja tersebut merupakan gedung asrama baru pengganti asrama yang lama yang telah berusia 65 tahun.
an Yayasan Panti Asuhan Islam Playen : Bank BPD DIY Cabang Wonosari, No.Rekening : 015301023257530 Bank BRI Cabang Katamso, No. Rekening : 0245-01--7
ITBMPmemberi pelatihan berbagai jenis keterampilan di SMK Muhammadiyah 1 Purbalingga dan Panti Asuhan Muhammadiyah Griya Al Fallah di Desa Pengadegan, Kecamatan Pegadegan, Kabupaten Purbalingga. Program Studi S1 Aktuaria ITBMP menggelar Pelatihan Software Geogebra sebagai Media Penunjang Pembelajaran Matematika di SMK Muhammadiyah 1
BalaiBesar Wilayah Sungai Bengawan Solo menggelar Acara Perayaan Natal dan Tahun Baru 2019 untuk seluruh keluarga besar Kristiani Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, Balai Sungai dan Perum Jasa Tirta 1 pada Jum'at (11/01/2018) malam di Gedung PJT.Perayaan Natal dibuka dengan Ibadah Natal, Penyalaan Lilin Natal, Lagu Pujian dan Renungan oleh Himpunan Warga Kristen (HWK) BBWS Bengawan Solo.
Soloposcom, SOLO — Seorang bocah berusia delapan tahun tersesat dan ditemukan dalam kondisi kebingungan di pinggir jalan depan SD Takmirul Islam, Laweyan, Solo, Senin (25/4/2022) pagi.Bocah laki-laki bernama Ashar itu berjalan kaki dengan pakaian basah dan tanpa alas kaki. Ashar kali pertama ditemukan oleh Kasubsie PIDM Humas Polresta Solo, Ipda Iswan Tri Wahudiono, yang kebetulan dalam
cc1A. Rabu April 25th, 2018 Halo Mitra GrabFood! Berikut daftar Panti Asuhan di wilayah Solo untuk memudahkan Anda dalam mengajukan pergantian uang/reimbursement saat mengerjakan pesanan GrabFood. Catatan Batas akhir untuk mengajukan pergantian uang / reimbursement pada hari yang sama adalah pukul WIB dan akan masuk ke dompet pengemudi di hari yang sama. Pengajuan yang dilakukan setelah pukul WIB akan diproses di hari berikutnya. Agar pengajuan pergantian berjalan dengan lancar, siapkan berkas-berkas yang lengkap dan jelas sesuai dengan prosedur yang berlaku. Selamat beraktifitas! Raih penghasilan yang besar bersama GrabFood!
1Sejarah PAKYM 1. Sejarah Pendirian Pada tahun 1930 berdirilah sebuah Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah di Kota Solo Surakarta yang diprakarsai oleh Almarhum Muhammad Edris Abdus Salam dengan dibantu oleh Almarhum H. Anwar Shidiq dan kawan-kawan. Mula pertama letak panti asuhan ini di kampung Kandangsapi, Kecamatan Jebres, Surakarta. Keberadaan Panti Asuhan ini ditetapkan dengan Akte Pendirian Persyarikatan Muhammadiyah sebagai Badan Hukum dengan No. 81/Byl. 1 Awalnya panti asuhan ini mendidik dan mangasuh anak-anak Yatim Piatu terlantar dari berbagai daerah, baik putra maupun putri dalam satu kompleks Coeducation dengan pengasuhnya pada waktu itu Almarhum Moh. Sayuti. Pada Tanggal 7 November 1953 terjadilah musibah yang melanda daerah Surakarta berupa angin taufan yang mengakibatkan bangunan panti tersebut roboh. Dengan terpaksa anak-anak asuh ditempatkan pada bangunan darurat yang dibangun di sebelah bangunan yang roboh tersebut. Sehubungan dengan hal itu, para tokoh Muhammadiyah Surakarta mengusahakan terwujudnya bangunan baru yang lebih memadai. Pada tahun 1954 atas bangunan atau hibah dari Yayasan Dana Bantuan Jakarta yang diketahui Mr. Hamid Al Gadri berhasil dibangun Gedung baru yang menghabiskan biaya sebesar Rp. Empat ratus sembilan ribu rupiah. Adapun luas gedung ini lebih kurang 696 m2 tidak termasuk bangunan masjid. Sedangkan areal tanah keseluruhannya lebih kurang m2. Tanah tersebut semula berstatus tanah negara, namun pada tahun 1984 telah dibebaskan dengan biaya Rp. Enam belas juta rupiah dan sejak itu status tanah telah menjadi Hak MIilik Nomor 1612/1984. Dengan berdirinya bangunan tersebut, maka sejak Mei 1956 anak-anak asuh dipindahkan dan ditampung di Gedung baru yang terletak di Jl. Brigjen Slamet Riyadi Kalurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Surakarta hingga sekrang. Berkaitan dengan perpindahan lokasi Panti Asuhan pada tahun 1956 tersebut, maka pada saat itulah oleh Pimpinan Panti Asuhan menerapkan metode pemisahan pengasuhan anak yatim putra dengan anak yatim putri. Untuk anak yatim putra tetap, menempati Gedung yang baru di Jl. Brigjen Slamet Riyadi Kalurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Surakarta tersebut, sedangkan untuk anak-anak yatim putri kurang lebih 10-20 anak untuk sementara waktu ditampung dan diasuh di rumah keluarga Almarhum Ibu Hj. Suyuti di Kelurahan Kerten, Kecamatan Laweyan, Solo yang kebetulan letak lokasi relative dekat dengan Panti Asuhan Yatim Putra hanya bersebrangan jalan. Selang beberapa tahun kemudian anak-anak yatim putri kurang lebih 30-40 dipindahkan dan diasuh di sebuah bangunan milik almarhumah Ibu Hj. Malkan Sangidu di kampung Ngapeman atau di Jalan Gajahmada Solo sekarang untuk Hotel Ibis. Selanjutnya sejak tanggal 20 Juli 1964 seluruh anak yatim putri dipindahkan di Gedung yang permanen terletak di Jalan Samratulangi No. 34 dan 38, kampung Gremet, Kalurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari, Surakarta hingga sekarang. Gedung Panti Asuhan Yatim Putri ini dibangun atas biaya dari Almarhum Sangidu di atas sebidang tanah wakaf berasal dari keluarga Almarhum Ibu. Hj Moeslim, Laweyan, Solo. Sedangkan status Panti Asuhan Yatim Putri ini sejak tahun 1966 di bawah koordinasi Pimpinan Cabang Aisyiyah Kota Barat Surakarta dan diberi nama “Panti Asuhan Yatim Putri Aisyiyah PAYPA. 2. Sejarah Lembaga Panti ini semula bernama RUMAH MISKIN MUHAMMADIYAH SURAKARTA. Kemudian pada tahun 1956 diganti nama menjadi PANTI ASUHAN YATIM MUHAMMADIYAH PAYM yaitu disesuaikan dengan Surat 27/2895 dan telah mendapat persetujuan dari Pimpinan Muhammadiyah Majelis PKU termaktub dalam suratnya tanggal 5 januari 1956 No. 014/56. Berdasarkan fatwa dari PP Muhammadiyah Majelis PKU sebagai realisasi hasil Musker se-Indonesia di Purwokerto bulan September 1968, maka nama Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah PAYM sejak tanggal 1 Januari 1970 diubah menjadi PANTI ASUHAN KELUARGA YATIM MUHAMMADIYAH PAKYM. Sejak tanggal 5 Oktober 1966 pengurusan serta tanggung jawab pemeliharaan Panti Asuhan ini diserahkan dari Pimpinan Muhammadiyah Daerah Surakarta kepada Pimpinan Muhammadiyah Cabang Laweyan Surakarta, berdasarkan Surat Serah Terima tanggal 5 Oktober 1966. M. No. D. 156/66. Sekarang ini Panti Asuhan Keluarga Yatim Muhammadiyah Surakarta merupakan salah satu amal usaha Pimpinan Cabang Muhammadiyah Laweyan Surakarta di bawah koordinasi Majelis Pembinaan Kesejahteraan Umat dan Pelayanan Sosial MPKU-PS. 3. FILOSOFI PAKYM PAKYM merupakan panti asuhan sosial yang menitik beratkan pada pembelajaran ilmu-ilmu agama dan praktek pengalaman ibadah praktis. PAKYM merupakan panti asuhan sosial yang berupaya mewujudkan sumber daya manusia SDM yang profesional dan berkarakter islami. PAKYM merupakan panti asuhan sosial yang menitik beratkan pada pelestarian tradisi islam, yang bermuara pada A-qur'an dan As-sunnah.
SIGLI - Puluhan yatim dan anak dari keluarga miskin yang selama ini ditampung di Panti Asuhan Bambi, Kecamatan Peukan Baro, Pidie, Kamis 30/6/2021 pekan lalu dipulangkan. Pemulangan itu dilakukan pihak pengelola seiring dengan ditutupnya panti asuhan tersebut akibat tidak ada lagi dana operasional. Kepala Panti Sosial Asuhan Anak Yatim Bambi, Ustaz Munzir, kepada Serambi, Minggu 4/7/2021 menyebutkan, yatim dan anak dari keluarga miskin yang dipulangkan ke rumah masing-masing sebanyak 75 orang. Sementara 13 orang lainnya diserahkan ke salah satu panti asuhan di Banda Aceh. "Anak-anak yang kita serahkan ke panti asuhan di Banda Aceh karena orang tua mereka tidak menerima BLT bantuan langsung tunai," ujarnya. Menurutnya, Panti Asuhan Bambi sudah beroperasi sejak tahun 60-an. Tapi, sekarang ada aturan yang mengatur kabupaten tidak boleh lagi membiayai lembaga tersebut. "Informasinya, Pemkab Pidie tidak boleh lagi membuka nomor rekening untuk panti," jelas Ustaz Munzir. Terpisah, Anggota DPRA, Khairil Syahrial ST MAP, kepada Serambi, kemarin, menjelaskan, sesuai dengan Pemendagri Nomor 90 Tahun 2019 tentang Kodefikasi, nomenklatur penempatan dana tidak dibolehkan lagi pada panti asuhan. Sehingga, kabupaten/kota tidak boleh menempatkan APBK untuk operasional untuk panti tersebut. Dengan kata lain, kabupaten/kota tak lagi diberi kewenangan untuk mengelola panti karena pos penempatan nomor rekening sudah dicabut. "Untuk itu, saya minta Pemerintah Aceh mengambil alih pengelolaan Panti Asuhan Bambi. Sangat disayangkan, anak yatim butuh orang tua asuh," tegasnya. Menurutnya, Panti Asuhan Bambi harus beraktivitas kembali untuk menampung anak yatim maupun anak dari keluarga miskin. Sebab, tambah Khairil, ada yatim piatu dan anak yang kondisi orang tuanya susah serta tidak memiliki pendidikan. "Saya sedih ketika diberitahu bahwa Panti Asuhan Bambi sudah ditutup karena tak ada lagi dana. Saya sudah sampaikan ke Pemerintah Aceh untuk mengelola panti asuhan tersebut," tutupnya. Nomor Rekening Dihapus Kadis Sosial Pidie, Muslim, yang dihubungi Serambi, kemarin, mengungkapkan, sebenarnya Pemkab Pidie keberatan dengan penutupan Panti Asuhan Bambi. Sebab, selama ini Pemkab selalu menganggarkan dana untuk panti tersebut yang antara lain digunakan untuk biaya makan, membeli baju, jajan dan kebutuhan lainnya 75 anak yatim dan miskin. "Tahun 2020, Pemkab Pidie mengalokasikan dana 750 juta rupiah. Pak Bupati tak ingin panti itu ditutup. Tapi, karena sudah dihapus nomor rekening untuk panti, otomatis kita tak bisa lagi menempatkan dan untuk kebutuhan tersebut," ungkapnya. Dikatakan, pihaknya juga sudah mengajukan proposal ke Baitul Mal Aceh untuk menyediakan bantuan kepada anak yatim dan miskin di panti tersebut. Bantuan dari Baitul Mal Aceh akan disalurkan menjelang Hari Raya Idul Adha tahun ini. Ia menambahkan, gedung asrama Panti Asuhan Bambi merupakan aset Pemkab Pidie. Sementara tanah tempat dibangun asrama panti tersebut dibeli dengan dana hibah. naz