Kumpulan sajaknya, Deru Campur Debu (1949), Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan yang Putus (1949), dan Tiga Menguak Takdir (bersama Rivai Apin dan Asrul Sani, 1950). Chairil Anwar dianggap pelopor angkatan 45. Ia meninggal di Jakarta, 28 april 1949. Hari kematiannya diperingati sebagai Hari Sastra di Indonesia.
Puisi Chairil Anwar DERAI DERAI CEMARA Cemara menderai sampai jauh terasa hari akan jadi malam ada beberapa dahan di tingkap merapuh dipukul angin yang terpendam Aku sekarang orangnya bisa tahan sudah berapa waktu bukan kanak lagi tapi dulu memang ada suatu bahan yang bukan dasar perhitungan kini Hidup hanya menunda kekalahan tambah terasing dari cinta sekolah rendah dan tahu, ada yang tetap
niÂm an yang cukup dihormati karyanya karena puisi-puisi dan naskah dramanya dianggap revolusioner. Pada saa t www.boxnovel.blogspot.com LEILA S. CHU DO RI 125 tragedi September Sumarno ikut tersapu. Konon dia diÂs ik sa habis-habisan hingga giginya rompal digasak dan pe nisn ya habis diinjak dengan kaki kursi. Dan konon pula, dia
fDiponegoro Puisi Perjuangan Chairil Anwar. Di masa pembangunan ini. tuan hidup kembali. Dan bara kagum menjadi api. Di depan sekali tuan menanti. Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali. Pedang di kanan, keris di kiri. Berselempang semangat yang tak bisa mati.
Berikut ini adalah beberapa kutipan sajak Chairil Anwar yang terkenal di khalayak luas. Aku merangkaki dinding buka, tak satu juga pintu terbuka. Kutipan ini berasal dari sajak “Tak Sepadan” (1942). Larik ini menggambarkan orang yang menempuh jalan yang buntu untuk persoalan hidupnya dan tak menememukan jalan keluar. Tapi dia terus berusaha
Selamat Tinggal ..!!-----Selamat Tinggal adalah salah satu puisi karya Chairil Anwar yang tidak bisa kupahami. Di benakku susunan kata-katanya tidak runtut. Bagaimana alur cerita dari puisi tersebut tidak kumengerti. Saat mengatakan "Aku berkaca" terus diikuti kata-kata "Ini muka penuh luka. Siapa punya?"
Sedih merupakan hal yang paling umum dirasakan bagi yang sedang patah hati. Tapi jangan salah Bela, patah hati ternyata bisa berubah menjadi inspirasi dalam pembuatan puisi patah hati. Berikut beberapa puisi patah hati yang tentunya terinsprasi dari sakitnya patah hati.
Selamat tinggal…!!! SELAMAT TINGGAL* Aku berkaca Bukan buat ke pesta. Ini muka penuh luka Siapa punya? Kudengar seru-menderu – dalam hatiku? – Apa hanya angin lalu? Lagu lain pula Menggelepar tengah malam buta. Ah…!!! Segala menebal, segala mengental Segala tak kukenal…. Selamat tinggal…!!! 12 Juli 1943. MULUTMU MENCUBIT DI MULUTKU*
1YltLY.